14 April 2011
@pasca sarjana UNS
13.59 WIB
Namanya Bertha Wikara. Aku dan Teman teman biasa memanggilnya semenjak belum berkenalan pun "mas", dia menggantikan dosenku Mr Widha yang mengampu mata kuliah Penelitian Pengajaran Fisika kami anak semester 6 Kelas SBI (Sekolah Berstandard Nasional). saat ini dia sedang menjelaskan tentang Angket dan Responden dalam pengambilan data Penelitian. Wah....dibilang jelas ya gag jelas, dibilang ruwet ya gag ruwet. Mas bertha adalah pintar dan cerdas dan ngajarnya juga enak, akan tetapi mungin dikarenakan bobot materi yang agak berat menjadikan kondisi kelas yang aku lihat saat ini "kaprah" ^o^.
Ada 3 baris dari depan, yang aku amati sekarang, 3 anak di tengah depan memperhatikan sambil mencatat, 4 anak di pojokan depan terdiam menundukkan kepalanya sambil bersedekap, salah saunya inisial (bibi_student). baris kedua sedang mengerjakan tugas fisika Quantum. baris paling belakang memuka laptop masing-masing sambil browsing , OnLine, cha,ngeGames dan termasuk aku yang menyibukkan diri dengan tulisanku.
Bagaimaa dengan sisa mahasiswa lainnya yang tidak teridentifikasi apa yang sedang dia lakukan ketika seharusnya mengikuti mata Kuliah PPFis ini?? Bercerita, bergosip, smsn selayaknya anak muda sekarang.
Ketika menulis ini aku pun sempat berpikir, salahkah aku, salahkah teman-temanku, ataukah kesalahan yang mengajar ?? Dosakah aku yang mengabaikan orang yang sedang berbicara didepanku? tapi aku suka menulis. Aaku tidak suka mengungkapkan apa yang aku lihat dan aku rasakan dengan berkata bla-bla-bla kepada teman dekatku sekalipun. Akupun tidak suka jikalaukesukaanku ini dilarang , tapi ini tidak TePAAAtt , tapi aku juga bingung dan keadaan membuatku kami semuaya seperti inilah kenyatannya. Teringat kelak aku menjadi guru orangyang mengajar didepan selayakya yang dilakukan mas Bertha sekarang. Apakah aku juga akan mengalami sepertinya?? Aakankah murid-muridku nanti juga melakukan hal-hal yang saat ini aku lakukan bersama temen2 lainnya? PR. Masih menjadi pekerjaan Rumah bagiku.....